Ternyata copy paste alias jiplak abis tulisan / karya orang sudah mulai membudaya di kalangan penulis muda yang notabene berpendidikan cukup tinggi (S1 atau S2). Ini bukan jiplak karya bangsa lain yang ditulis dengan bahasa asing dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia, tetapi karya bangsa sendiri dalam bahasa Indonesia yang ditulis ulang juga dalam bahasa Indonesia kemudian diterbitkan untuk dikomersilkan dengan merek diri sendiri.
Ada 2 contoh yang ditemukan saat browsing.
- Karya Iman Brotoseno di blognya yang diselipkan dalam 1 bab sebuah buku oleh Wang Xian Jun dan diterbitan oleh Penerbit Radja dengan judul Soekarno Uncencored – Benarkah Soeharto lebih baik dari Soekarno ?. Untuk lengkapnya baca di sini
- Karya Cosa Aranda di blognya cosaaranda.com yang beberapa artikelnya di masukkan dalam sebuah buku oleh Fajar Y S Zebua dan diterbitkan oleh MediaKom dengan judul Google AdSense: Mudah Meraih Dolar di Internet. Untuk lengkapnya baca di sini
Keduanya tanpa ijin dan pemberitahuan kepada pemilik tulisan ataupun menuliskan sumbernya sebagai referensi bukunya.
Kagum sekaligus prihatin saat tau kenyataan itu.
Kagum? kenapa kagum?
Ya karena kreatifitasnya dalam menciptakan karya orang lain yang di share gratis menjadi seolah-olah karya sendiri yang bisa menghasilkan uang. Tanpa perubahan dari aslinya. Bayangkan. Didapatkan secara gratis dan bisa dijual tanpa merubah bentuk disertai pengakuan sebagai karya sendiri. Produktif sekaligus kreatif.
Prihatin? kenapa prihatin?
Ternyata mutu pendidikan Indonesia hanya mampu menelurkan cendikia2 muda yang hebat dalam copy-paste tanpa modifikasi. Tanpa malu diaku sebagai karya sendiri. Ihiksss… piluuuu….
Right or wrong, Indonesia is my country.

Entries (RSS)